Life must go on...


Ini hal yang mampu merubah hidup ku. 1 rintangan lagi yang harus aku lalui. Bukan aku tak mampu melewatinya, hanya saja aku merasa terlalu memaksakan diri. Hingga akhirnya memulai dari awal adalah keputusan yang bijaksana.
            Ini bukan hanya soal ingin atau tidak, cocok atau tidak, mampu atau tidak. Ini bukan soal menilai. Ini hanya soal memulai dan mengakhiri. Permulaan yang sangat jauh ke belakang, akhirnya harus ada yang berani mengakhiri. Demi waktu. Demi tenaga. Demi pikiran.
            Sepanjang malam lelah untuk berfikir, apakah aku esok akan menjadi lebih baik? Kehadiran yang tidak diinginkan. Pola yang tidak seragam. Nada yang tidak seirama. Akan memunculkan hasil yang tidak indah, bukan?
            Ini bukan soal benar atau salah. Ini seperti misteri. Bagaimana bisa menjadi apa adanya dan menghasilkan ada apanya. Seperti sebelumnya. Ah, mungkin aku terlalu terkenang dengan kejayaan masa lalu. Aku yang di puji dan puja dalam setiap hasil dan kinerja. Dan sekarang, setiap yang diamati adalah salah.
            Ini pertama dalam hidup mu, bukan? Orang meragukan kemampuan mu. Dimana salahnya? Aku pun tak tau dimana. Diminta bicara, tapi malah jadi makin salah.
            Ini bukan akhir, ini adalah sebuah awal. Awal dari pembelajaran untuk tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak terlalu takut untuk menyakiti dan menolak. Ini sebuah awal, bukan? Life must go on... (pag)

Sahabatku | Bagaimana aku Tanpa Mereka?

Selain Keluarga, sahabat adalah yang Tuhan berikan yang terbaik buatku. Manusia terbaik yang Tuhan berikan untukku saat kuliah untuk selalu menemani dan membantuku. Mereka hebat, buatku tidak manja, selalu mandiri tapi mereka sangat memperhatikanku. Oh well, itu yang ku rasakan. Karena biasanya pria suka menyangkal kalau sedang dipuji dan puja. Oh, sahabatku adalah pria. Keempatnya adalah pria hebat setelah Bapak dan Abangku!!
Lewat mereka aku belajar bagaimana saat pria jatuh cinta, PDKT, bagaimana pria yang tulus mencintai atau ragu untuk menyukai walaupun sudah saling kenal dan dekat, bagaimana pria yang hanya bercanda saat menjalin hubungan. Yah, mereka cerita samaku tentang bagaimana mereka menyukai seorang perempuan atau menceritakan perempuan yang dekat dengan mereka.
Mereka kadang ku jadikan alasan untuk menolak seorang pria yang berusaha mendekat. Akan ku katakan aku punya sahabat yang begitu protektif, jika ingin menjalin hubungan denganku, silahkan bertanya pada mereka. Beberapa ada yang mundur, dianggap aku punya pelindung-pelindung.
Hubunganku dengan pacar atau calon pacar atau yang pernah dekat dengan sahabatku tidak selalu berjalan dengan baik. Ada yang baru PDKT, langsung sinis denganku. Ada yang sudah jadian, sedikit menjauh dariku. Ada yang masa PDKT, ikut PDKT denganku (ini yang paling ku suka, dapat nastar soalnya J). Ada juga yang setelah putus baru dekat denganku.
Hubunganku dengan sahabatku juga tidak selalu berjalan dengan baik. Kadang pasang, surut, bahkan tenggelam. Yang aku suka saat mereka curhat tentang perempuan yang dia suka ke aku. Ada yang sukanya serius, ada yang sukanya karena bingung, ada yang sukanya cuma untuk teman chatting, ada yang sukanya “daripada ga ada lagi”, ada yang sukanya betah jadi “secret admirer”, ada yang sukanya karena “HOT”, ada yang sukanya karena yang dia suka ga suka sama dia, ada yang sukanya karena perbedaan agama. Ah, cerita mereka memang lucu dan aku suka.
Kata orang, jika perempuan dan laki-laki bersahabat, tidak akan mungkin muncul rasa cinta. Ah, itu tidak salah. Tapi masing-masing pintar menyembunyikan rasanya. Diantara keempat sahabatku, hanya 1 yang tidak pernah ku merasakan cinta sama sekali. Mungkin karena dia memperlakukanku seperti adiknya sendiri dan kadang suka nyeleneh kalau ngomong samaku, jadi sedikit ilfil sama dia. Kita sebut saja initial namanya B. Bagaimana dengan ketiga sahabatku yang lain? Ah, mereka istimewa. Semuanya sangat istimewa. Aku pernah menyukai dia saat pertama kali masuk kuliah, dia yang paling menarik diantara mereka berempat. Aku juga pernah menyukai dia yang sangat care diantara mereka berempat, dan saat itu dia malah menyukai orang yang paling tidak ku suka. Aku juga pernah menyukai dia yang paling pendiam, disaat aku merasa tidak ada lagi yang perduli, dia sangat memperhatikan.
Mereka kurang istimewa apalagi? Saat aku di RS, mereka menjenguk dan menguatkanku. Disaat aku hilang, mereka mencariku. Disaat aku jatuh, mereka mengangkatku. Disaat aku naik, mereka mendukungku. Disaat aku ditinggalkan, mereka menemaniku. Disaat aku patah semangat, mereka mendorongku. Sepertinya hampir disetiap moment sulit dalam hidupku, mereka selalu ada buatku. Mereka, sahabatku. Bukan mereka, pria-pria yang ngomong sayang dan cinta, tapi pergi saat merasa bosan atau jenuh. Mereka, sahabatku. Yang sangat istimewa, dikirimkan Tuhan buatku.
Aku sekarang berfikir egois, jika aku ingin menikah, aku hanya akan menikah dengan sahabatku. Yang sudah 9 tahun kita bersama. Aku sangat egoiskan? Bagaimana mungkin mereka mau menikah denganku? Hahaha...
Sengaja nama-nama mereka tak ku sebutkan. Silahkan bertanya langsung jika ingin tau. Aku hanya ingin nama mereka tersembunyi. Jangan sampai orang lain tau kalau keempat sahabatku ini punya sahabat perempuan yang freak, yang sangat menggilai mereka, yang sangat ketergantungan dengan mereka, dan selalu mencintai mereka.

Love u friends...(pag)


Tips Investasi Warren Buffett

Hidup (memang) seperti roda.



Memiliki kehidupan memang sebuah anugrah. Terutama jika bisa melihat, mendengar dan merasakan. Banyak yang bilang kalau hidup ibarat roda pedati, kadang diatas dan kadang dibawah. Tapi, tidak semudah dan sesederhana itu. Hidup bukan hanya sekedar kadang diatas ataupun dibawah seperti roda. Roda bisa lepas dari pedati, lari dan mencari arah hingga akhirnya berhenti. Sama halnya dengan hidup, kadang kita pernah lari dari arah yang dituju dan kemudian capek hingga akhirnya berhenti. Akan ada yang menyatukan roda tersebut bersama dengan rangkaian pedati lain, atau bahkan akan dibuang karena sudah tidak layak pakai.

Aku capek, Tuhan..




SEDERHANA

Sederhana dalam berfikir, sederhana dalam penampilan. Hal sederhana itu seringkali kita lupakan. Menjadi sederhana sangatlah sederhana, tapi tak sesederhana yang kita bayangkan.
Banyak hal rumit yang seharusnya bisa menjadi sederhana. Atau hal sederhana kita buat menjadi rumit. Kerumitan itu penyebab utama keruwetan.

Mari belajar menjadi sederhana, untuk hidup yang lebih sederhana dan berdampak bahagia.(pag)